Selasa, 08 Januari 2013 - 0 komentar

choose something or someone that make you happy or what you need not what you want


Haiii..
Hamdalah, dengan segla aktifitas gue, gue masih bisa diberi waktu sama Tuhan buat ngelakuin hobi baca-tulis gue, dan nge-blog adalah salah satu sarana asoy buat belajar nulis.
Kali ini gue pengen nulis tentang sebuah topik yang terinspirasi dari novel “5cm”, novel yang sekarang udah diangkat ke layar lebar. Berhubung filmnya lagi nge-hits dan masih anget di ingetan gue, makanya gue mengambil inspirasi tulisan gue dari film 5cm.  Sebelum memulai cuap cuap tentang topik tersebut, gue pengen nyeritain sekilas tentang novel “5cm”. Lo pasti yang suka baca novel, udah pasti udah pernah baca novel ini. Novel keren dengan yang bahasa yang gampang dimengerti ini, menurut gue salah satu novel terbaik sepanjang masa. Beda emang kalo dibandingin sama tetralogi Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata yang bahasanya lebih berat, 5cm gunain bahasa yang ringan dan mudah dipahami, saran gue sih buat yang engga suka baca, coba deh maksa buat baca novel ini, bakalan ngabisin sampe halaman terakhir dan pasti engga bakalan nyesel bacanya.

Novelnya sendiri berkisah tentang persahabatan 5 orang anak muda sedari SMA, yaitu Genta,Arial,Ian,Zafran dan Riani. Garis besarnya gini, saking keseringannya mereka main berlima dan saking nyamannya, pada suatu ketika saat mereka lagi ngumpul seperti biasanya berlima, ada suatu ide supaya mereka mencoba keluar dari zona nyaman mereka dan keseringan mereka untuk ngumpul-ngumpul berlima. Jadi mereka sepakat untuk engga ketemuan dulu selama 3 bulan, dan setelah 3 bulan engga ketemuan nanti si Genta punya ide untuk mendaki Mahameru supaya pertemuan mereka kembali jadi sangat berkesan, seru dan engga terlupakan. Disamping keseruan saat pendakian, novel ini juga mengangkat drama percintaan yang pada bagian endingnya, pembacanya bakalan terkejut kejut kejut kejut. Dan karena gue rasa udah banyak yang baca dan nonton filmnya, engga papa kali ya kalo spoiler tentang dramanya itu, karena juga topik yang gue angkat kali ini, berhubungan sama dramanya itu. Semoga Mas Donny Dirgantaranya engga minta royalty atas tulisan gue ini (Berasa nulis artikel di majalah) hehe..
Oke jadi kisah percintaannya melibatkan Genta, Riani, Zafran dan Dinda (Adiknya Arial). Jadi Genta itu udah lama cinta sama Riani, tapi saking udah deketnya mereka berdua sahabatan ,Genta jadi bingung mau nyatain perasaannya ke Riani. Kalo kata Genta, doi takut persahabatnnya rusak, dan takut kehilangan Riani sebagai sahabat. Awalnya pasti pembaca bakalan nebak dari alur ceritanya, pasti ujungnya si Genta jadian sama Riani. Tapi ternyata..
Sebentar dulu,kali ini tentang Zafran, pujangga tampan nan sarap ini, udah lama banget naksir sama dinda, adiknya Arial yang cantiknya tingkat bidadari kayangan, seksi, tapi polos. Cocok banget kalo sama karakter Zafran yang mesum. Tiap ketemu dinda pikiran Zafran langsung mesum, dan jadi mendadak susah ngomong. Selayaknya orang yang naksirlah.
Tapi eh tapi, ternyata pada satu scene, saat Genta dan Riani duduk di depan api unggun berduaan, sedangkan yang lain udah tidur di tenda, disitu Genta nembak Riani. Semuanya jadi nemu titik terangnya. Setelah Genta ngungkapin semua perasaannya ke Riani, Munculah kejujuran yang sangat dalam dan mengejutkan, setelah sekian lama kedekatan Riani sama Genta dan keliatannya Riani juga cinta sama Genta, ternyata Riani justru Cintanya sama Zafran. Nah loh.. Genta sih legowo abis denger kejujuran Riani, walau siapa juga tahu gimana sakitnya di tolak, dan kesannya PHP pula. Huh! (Ini kenapa gue yang emosi).
Sementara di sisi lain Zafran dan Dinda yang ternyata belom tidur dan denger semuanya, beneran terkejut. Dinda, Dinda yang selama ini juga nutupin perasaannya ke Genta, beneran sakit hati pas tau ternyata Genta cintanya sama Riani. Zafran, Zafran yang selama ini terlalu jujur dan blak blakan ke Riani tentang sukanya dia sama Dinda, ngerasa bersalah banget karena ternyata Riani cinta sama dia.
Trus, engga ketemu dong, karena engga ada 2 perasaan yang sama yang saling suka atau cinta diantara mereka? Engga gitu ternyata. Ini gue bahas dari sisi filmnya aja ya, karena emang harusnya gitu ending yang lebih bagus.
Zafran ternyata “Memilih” untuk mencintai dan sayang juga sama Riani. Dan Dia memilih engga melanjutkan cinta atau mungkin obsesinya sama Dinda, cewek yang jadi idamannya doi. Genta juga sama “Memilih” untuk cinta dan sayang ke Dinda.
Nah bagian ini yang ingin gue bahas.
Kenapa gue bikin tanda petik dibagian memilihnya? Yap, karena itu poinnya. Zafran dengan bijak memiliih untuk mencintai orang yang cinta sama dia, yaitu Riani, Karena Zafran sadar, dengan kelakuannya yang freak abis, mesum dan semua kekurangan yang engga dia tutupin sama sekali ke Riani, Riani bisa senerimanya itu dan tetep cinta dengan segala kekurangannya. Zafran bijak untuk engga ngejar kemauannya dia untuk dapetin idamannya, cewe seksi nan aduhai dengan ukuran dada 34b (kegedean kayanya), dan cantik yang super duper cantik. Zafran memilih untuk bahagia dengan Riani, cewe yang bisa nerima dia apa adanya dan udah ngertiin dia selama ini walau cuma sebatas temen atau sohib.
Cinta emang engga bisa dipaksa, tapi kita bisa memilih. Buat gue, orang orang yang mematok secara kaku, bahwa dia harus cinta sama seseorang yang merupakan tipe idealnya aja, itu salah. Sesalah orang yang merngatasanamakan cinta di suatu hubungan yang engga nyaman, kaya misalnya cewe yang masih rela dikasarin atau dijahatin sama cowonya, tapi berhubung dia cinta, jadi engga mau putus. Namanya cinta yang engga nyusahin mbak harusnya!
Mengejar atau mencari seseorang yang tipe idealnya itu kaya ngejar kepuasan. Ngejar suatu kepuasan dan keinginan itu engga ada habisnya kan, alamiah. Kaya orang yang tadinya pengen punya mobil, tapi setelah punya, dia pengen punya yang lebih keren. Manusia itu kodratnya emang engga ada puasnya, wajar, tapi kita bisa dengan bijak untuk mensyukuri yang sudah ada, dan belajar nerima dan menikmati kebahagiaan yang udah dirasa dan dipunya. Gampangnya, gini, mungkin iya emang bangga punya cewe yang udah pinter, cantiknya subhanallah, pinter masak, asik dan enak dibawa kemana-mana, tapi iya kalo dia baik, dia mau ngertiin kita, dia engga selingkuh, dia bisa cinta dan sayang ke kita? Kalo engga? Senengnya cuma rasa bangga aja, engga ada rasa nyaman dan bahagia di hubungan itu gue rasa. Bahagia itu pilihan, selama kita bisa memilih dengan bijak yang baik buat diri kita, memilih untuk bersyukur dengan apa yang Tuhan kasih dan engga suka ngeluh. Ya kita bisa bahagia. Sesimple itu sebenernya.
Sama kaya soal pasangan, ada yang bertahun tahun hidupnya bareng suami yang penghasilannya pas-pasan, tapi dia engga ngeluh sama keadaan itu, belajar nerima, engga mikir macem-macem, selingkuh atau minta cerai, dia memilih untuk selalu bareng suaminya. Banyak orang yang memilih untuk seperti itu, dan banyak pula mereka yang tetep bahagia dengan keadaan yang tidak sesuai harapannya, karena mereka mensyukurinya *benerin peci
Balik lagi ke Zafran, doi udah tepat banget menurut gue memilih mencintai Riani yang cinta dan sayang ke dia dengan apa adanya dia. Diluar segi fisik ya, engga enak soalnya sama Tuhan kalo gue ngomongin kekurangan fisik seseorang dan lagian juga cuma abg labil kan yang mendewakan fisik diatas segalanya (pembelaan buat orang yang engga ganteng) dari segi karakter aja jadinya yang gue bahas. Riani itu lebih menyenangkan dan engga datar daripada Dinda, Riani juga udah pasti ngertiin Zafran dengan baik dibanding Dinda, Riani udah tahu kesukaan dan engga sukanya Zafran, Zafran sendiri kalo ngobrol sama dinda aja engga nyaman, karena engga nyambung dan kurang asik. Jadi gue sih setuju banget kalo Zafran juga memilih untuk cinta sama Riani, toh cinta itu bisa dipupuk kan, engga harus cinta pada pandangan pertama, engga harus sekaligus, bisa pelan pelan.
Nah, pesan moril buat kalian cowo atau cewe yang baca tulisan gue ini, menurut gue selama kalian ngerasa nyaman dan cocok atau mungkin ngerasain seneng dan bahagian sama seseorang yang deket sama kalian, dan dia menyatakan dan menunjukan kali dia sayang dan cinta sama lo, walaupun dia bukan tipe ideal lo, belajarlah untuk memilih kaya Zafran. Karena sesungguhnya kita baru merasa kehilangan sesuatu, kalo sesuatu itu udah engga ada, atau engga sama kita. Penyesalan datangnya terlambat, kalo yang diawal itu pendaftaran namanya. 
So,choose something or someone that make you happy or what you need not what you want…
 


0 komentar:

Posting Komentar